Terperangah Di Tanjung Kunyit

Whoaaaaahh... Akhirnya! Kira-kira seperti itulah kata-kata yang keluar dari mulut saya ketika berhasil melihat pemandangan khas Tanjung Kunyit dari titik paling tinggi di pulau tersebut. Mengingat upaya yang ditempuh untuk sampai ke pulau ini tidak gampang.

Tanjung Kunyit adalah salah satu desa di wilayah kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Sekitar 40 menit naik kapal dari Teluk Tamiang, Lontar.

view Tanjung Kunyit dari atas menara suar
View populer Tanjung Kunyit ini bisa dilihat dari atas mercusuar. iya, mercusuar.



Baca juga: Teluk Tamiyang Surga Kecil Tersembunyi


Untuk bisa melihat pemandangan di atas, kita harus naik ke atas menara suar. Wah, gampang dong, tinggal naik menara doang udah bisa liat view bagus? Iya. benar kok, gak salah. Saya awalnya juga berpikiran sama sebelum menjejakkan kaki di pulau Tanjung Kunyit ini. Tapi ekspektasi tak selalu sama dengan kenyataan.

Setelah sampai di pulau ini, kami harus berjalan kaki 15-20 menit untuk bisa naik ke atas menara suar. Kami dipandu oleh seorang anak kecil bernama Alvin. Berjalan melewati rumah-rumah penduduk desa yang berada persis di bibir pantai ini terasa begitu menyenangkan di awalnya. Jalan setapaknya pun sudah dicor semen. Pokoknya seru. Beberapa menit berlalu, jalan setapak yang mengarah ke tengah pulau ini mulai menanjak. 

"Loh, Vin. ini jalannya abis?"

"Iya, sekarang kita naik gunung."

Ya! Naik gunung. Rupanya harus sedikit menanjak untuk bisa memuaskan rasa penasaran kami di Tanjung Kunyit. Jalan yang tadinya semen putus di tengah jalan, tinggal jalan tanah setapak yang menanjak.

Bersama Alvin.

10 menit berlalu, tapi tanda-tanda ada menara suar tak kunjung terlihat. Untungnya rasa penasaran saya cukup berguna untuk mengusir lelah dan keragu-raguan. Walaupun sedikit ngos-ngosan! Sesaat sebelum sampai di atas, kami dikagetkan ketika melihat ada beberapa penduduk yang sedang berkebun. Iya, berkebun! Kami sama sekali tak menyangka akan bertemu orang di atas sini, apalagi sedang berkebun. Karena waktu itu hanya kami yang datang berkunjung ke pulau Tanjung Kunyit, jadi pikir kami tak mungkin akan bertemu teman pejalan lain, atau penduduk yang tentu sudah bosan naik ke atas bukit.

Sesampainya di atas, ternyata ada beberapa bangunan kayu seperti tempat singgah atau istirahat, yang sayangnya sudah mulai rusak. Yang masih layak dan kelihatan berfungsi hanyalah bangunan seperti rumah yang dijadikan kontrol radio menara suar.

Menara suar tanjung kunyit
Menara Suar Tanjung Kunyit.
View dari menara suar Tanjung Kunyit
Lalu lintas kapal nelayan, dan kapal-kapal lainnya.

View dari menara suar Tanjung Kunyit
View favorit saya, gradasi warna air laut seperti ini belum pernah saya temui sebelumnya di Kalimantan Selatan.

Saya berkunjung ke Tanjung Kunyit ini pada awal bulan Januari 2016 lalu. Kata penduduk, pulau Tanjung Kunyit dan beberapa pulau lain di sekitarnya ini akan dijadikan destinasi wisata unggulan Kotabaru, oleh pemerintah. Kita tunggu saja, apakah hanya janji pemerintah, atau memang niat tulus untuk memajukan pariwisata Kalimantan Selatan khususnya Kotabaru, juga mengangkat perekonomian penduduk desa setempat.

Postingan terkait:

1 Tanggapan untuk "Terperangah Di Tanjung Kunyit"

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar. Komen dong! Jangan sungkan untuk meninggalkan komentar, ya!